tips dan trik pengobatan dengan obat tradisional herbal dan alami warisan nenek moyang indonesia

Friday, August 29, 2014

Obat herbal untuk mengobati luka lama, luka bernanah, koreng



Penyakit yang membuat luka tak kunjung sembuh antara penyakit endokrin seperti diabetes dan hypothyroidism, gangguan darah seperti anemia, polycythemia, myeloproliferative, ganggaan kardiopulmonari seperti chronic obstructive pulmonary disease, gagal jantung, serta malnutrisi.


 Cara-cara merawat luka:
  • Usahakan agar luka tetap bersih selama proses penyembuhan. Bersihkan luka dengan larutan saline sollution: larutkan dua sendok teh garam ke dalam air panas, lalu biarkan dingin.
  • Gunakan antiseptic yang alamiah. Dapat menggunakan Echinacea angustifolia, calendula, daun teh dan lavender.
  • Perbanyak intake protein dalam tubuh ketika sedang terluka. Terutama pasca operasi, kebutuhan kalori dan protein dalam tubuh akan meningkat 20-50 persen.
  • Perbanyak intake berbagai vitamin dan zat lainnya:
  • o Vitamin A untuk membantu pembentukan jaringan yang luka
  • o Vitamin B1 untuk mensintesis kolagen
  • o Vitamin B5 untuk mempercepat proses penyembuhan
  • o Vitamin C untuk mempercepat pembentukan kolagen dan elastin, juga untuk mempercepat pertumbuhan
  • o Vitamin E untuk membantu menghilangkan bekas luka
  • o Zn untuk menstimulasi proses penyembuhan luka
  • o Lemak essensial untuk memnyempurnakan proses penyembuhan luka
  • Gunakan madu untuk menyembuhkan luka. Madu mengandung enzim-enzim dan zat anti-viral, dapat mempercepat penyembuhan luka, dan menurunkan risiko infeksi lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan balutan sintetik semi-oklusif. Madu juga dapat mempercepat pertumbuhan sel-sel yang baru.


Ramuan :

Bahan

  • Daun sirih segar 1 lembar
  • Minyak kelapa secukupnya

Cara pembuatan : Daun sirih dipanggang di atas api sampai layu, basahi dengan minyak kelapa kemudian di gulung-gulung antara 2 telapak tangan sampai agak memar.

Obat herbal untuk mengobati luka lama, luka bernanah, koreng Rating: 4.5 Diposkan Oleh: ahmad riyo